Minggu, 02 Januari 2011

POTENSI IKAN HIAS PULAU PETONG BELUM TERSENTUH

Dari kejauhan terlihat beberapa pulau kecil yang tersebar di sekitar perairan pulau yang terletak sebelah selatan dari Pulau Batam itu. Dari pantauan, terlihat potensi sumber daya kelautan dan perikanan banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal di pulau tersebut.


Sebut saja potensi wisata bahari yang cukup menjanjikan. Dengan pemandangan pantai pasir putih yang indah juga lokasi wisata menyelam dan mancing yang tersebar luas di sekitar Pulau Petong, dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik bahkan manca negara. Menurut Basuki Rahmat (40) seorang nelayan asal Pulau Petong, beberapa lokasi di perairan sekitar pulau pernah dibuat rumpon-rumpon sederhana.


Adapun tujuannya, supaya nelayan di sana tidak perlu melaut sampai jauh untuk menangkap ikan. Selain itu lokasi rumpon itu bisa dijadikan tempat wisata mancing di laut. Namun sayangnya, karena rumpon-rumpon itu hanya terbuat dari pelepah daun kepala yang dirangkai, maka tidak bertahan lama. “Bagusnya dibuat rumpon yang permanen dari beton,” ujar Rahmat.


Selain potensi wisata bahari, terdapat pula potensi ikan hias yang sama sekali belum tersentuh. Dari seorang porter Ikang (28) yang ikut mendampingi selama perjalanan di Pulau Petong, pemanfaatan ikan hias laut sebagai komoditi dagang bisa menjadi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat Pulau Petong.


Memang pada umumnya masyarakat Pulau Petong yang terdiri dari 93 Kepala Keluarga hampir 90%-nya merupakan nelayan tradisional. Mereka biasa menangkap ikan tidak jauh dari garis pantai. Tanpa disadari para nelayan itu sering melempar jangkar tepat di atas daerah terumbu karang. Biasanya hal itu dilakukan saat menggunakan alat tanpa pancing untuk menangkap sotong atau cumi-cumi.


“Nah dengan adanya mata pencaharian alternatif diharapkan upaya pengerusakan lingkungan bisa semakin ditekan,” ujar Ikang. Lebih lanjut ia menjelaskan, pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan yang belum tergali itu, pada akhirnya diharapkan dapat untuk menyadarkan masyarakat agar bisa mandiri dalam mengelola wilayah terumbu karang yang ada di sekitar Pulau ini.


Pada kenyataannya upaya untuk menguak potensi kelautan dan perikanan di Pulau Petong masih dihadapi beberapa kendala. Fasilitas infrastruktur seperti dermaga pelabuhan yang memadai masih belum tersedia di sana. Terlebih belum ada transportasi laut yang tetap antara pulau Petong dan Pulau Batam. Butuh waktu kurang lebih 2 jam dari Pulau Galang (Bagian dari Pulau Batam) untuk sampai ke Pulau Petong menggunakan kapal motor nelayan.


Selain itu, masalah kelangkaan BBM yang benar-benar melumpuhkan kegiatan melaut masyarakat nelayan di Pulau Petong. Betapa tidak, jangankan di Pulau Petong yang letaknya jauh dari pusat Kota Batam, di Pulau Galang saja yang dekat sulit mendapatkan BBM. Rentetan beberapa permasalah itu seyogyanya mendapat perhatian khusus baik dari Pemerintah Daerah setempat maupun pemerintah pusat*****